Puisi Hari Ibu: Lahir December 22, 2011
Posted by Jackstar Harry in Puisi.add a comment
Maaf, Ibu, belum bisa mempersembahkan puisi baru (“Aaaah, payyyaah! :p” kata AK). Selamat Hari Ibu, Ibu.
-oOo-
Lahir
Awan sanggup tulus
ketika rinai hujan kepunyaannya
dilahirkan untuk bumi.
Bumi sanggup haru
ketika bunga kepunyaannya
dilahirkan untuk pelengkap warna sayap kupu-kupu.
Kupu-kupu sanggup bertaruh nyawa
ketika suasana kepunyaannya
dilahirkan untuk rasa suka anak kecil yang
berlari-lari di taman itu.
Dan kau semestinya tahu bahwa anak kecil itu
hanya sanggup dilahirkan dengan tulus, haru dan nyawa
kepunyaan ibu.
Rancabungur, 23 Desember 2006
Tunjukkan yang Baik Saja December 2, 2011
Posted by Jackstar Harry in Bicara.add a comment
Berikut ini adalah tulisan lama saya di blog Friendster, ketika masih suka mencermati sinetron. (“Kalau sekarang suka mencermati apa?” tanya AK)
—==—
Sekarang ini, sebagian besar sinetron menampilkan dua hal berlawan yang ekstrim: baik-jahat, marah-menangis dan sebagainya. Kabarnya mereka (terutama sinetron- sinetron yang menggunakan simbol-simbol keislaman) memiliki tujuan mulia: menyampaikan nilai-nilai moral.
Tapi, apa yang terjadi? (more…)
Study Tour Siswa TK, Kuliah Kerja Mahasiswa dan Kunjungan Kerja Wakil Rakyat April 30, 2011
Posted by Jackstar Harry in Bicara.add a comment
Saya khawatir seandainya benar dugaan saya bahwa Studi Banding atau Kunjungan Kerja yang dilakukan oleh para Wakil Rakyat di DPR merupakan rangkaian “kebiasaan” mereka saja. Setelah sejak TK sampai dengan SMA melakukan Study Tour dan Kuliah Kerja atau Studi Ekskursi saat Mahasiswa, mereka melanjutkannya dengan Kunjungan Kerja saat telah duduk di DPR. Padahal kesemuanya adalah tour atau wisata atau jalan-jalan yang diberi nama dengan kata-kata seperti “kerja”, “kuliah” atau “study”. (more…)
Pemberian Judul “Habis Gelap Terbitlah Terang” adalah Sebuah Kesalahan March 27, 2011
Posted by Jackstar Harry in Bicara.1 comment so far
Setelah R.A. Kartini wafat, Abendanon membukukan kumpulan surat Putri Sejati itu dengan kawan-kawannya di Eropa saat itu. Buku itu diberi judul “Door Duisternis tot Licht”. Selang sepuluh tahunan, buku tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul “Habis Gelap Terbitlah Terang”.
Saya tidak paham bahasa Belanda, tapi saya paham bagaimana menggunakan http://translate.google.com/
(more…)
Moralitas Tunggal dalam Kata dan Perbuatan January 2, 2011
Posted by Jackstar Harry in Bicara.1 comment so far
Suatu siang di bulan Desember, sebuah mobil diberhentikan oleh seorang Polantas. Lantas terjadilah dialog berikut ini.
“Selamat Siang, Pak. Bisa diperlihatkan SIM dan STNKnya?” ujar seorang Polantas.
Dengan perasaan bingung, kesal bercampur takut, pengendara mobil tersebut bertanya, “Ini, Pak. Salah saya, apa, ya?” (more…)
Freud Tidak Paham Banyak Soal Perempuan January 5, 2010
Posted by Jackstar Harry in Bicara.add a comment
Ternyata Freud dalam membangun teori Psikoanalisisnya itu berdasarkan penelitian (pemahaman) yang tidak seimbang terhadap subyek laki-laki dan subyek perempuan. Informasi ini saya ketahui dari tulisan Kang Jalal (Jalaluddin Rakhmat) di Jurnal Ulumul Qur’an (1994). (more…)
Inspirasi (dari) Lyapunov January 3, 2010
Posted by Jackstar Harry in Bicara.1 comment so far
Untuk menentukan bahwa sebuah sistem dinamik yang sedang kita tinjau itu stabil pada titik ekuilibriumnya, kira-kira, Lyapunov bilang begini:
Nyarios Sunda September 17, 2009
Posted by Jackstar Harry in Bicara.1 comment so far
Begitu sampai gerbang tempat parkir ITB sebelah selatan, saya bayar parkir terlebih dahulu (“Harus bin kudu ieu mah,” komen AK). Rupanya akang-akang petugas parkir sedang nonton tv soal baku tembak aparat dengan teroris di Solo. Link ini bukan acara yang tadi mereka tonton, sih, tapi sekedar memberi gambaran acara yang mereka tonton (“Ya, ya, ya,” komen AK). Eh, Ahli Komentar, kamu kok komennya kayak iklan Keluarga Berencana jaman dulu, sih? (“Weee… Enak aja! Aku mah ikutan Gigi dong!,” balas AK).
Ya, sudah, kita kembali lagi kepada topik utama tulisan ini. Biasa lah, dengan SKSD, saya tanya mereka, “Acara naon ieu teh? Ooo… Densus tetembakan jeung teroris di Solo tea-nya?” tanya saya. (AK tampaknya ingin menerjemahkan, “Acara apa nih? Ooo… Densus baku tembak dengan teroris di Solo itu, ya?”). Setelah si Akang satu itu bilang “iya” dalam bahasa sunda, saya langsung parkirkan motor saya. Lalu, memasang kunci ganda dan jalan ke Lab.
Dalam perjalanan ke Lab, tiba-tiba timbul pikiran berkaitan dengan tanya-jawab dengan akang parkir tadi: kok, bahasa Sunda saya tadi terasa aksen Jawa yang agak medok, ya? Tiba-tiba saja saya ingat bahwa isteri saya itu orang Jawa Timur yang aksen Jawa-nya medok edun! Mungkin saya akhirnya tertular juga karena selalu tidur bersama dia semenjak menikah (“Ngawur!” kata AK).
Doa untuk Kebaikan Semua Orang February 4, 2009
Posted by Jackstar Harry in Serius.add a comment
Hai, Sobat SekteCinta (“Gdubraaag!!” kata AK). Udah lama juga saya tidak posting di blog ini. Maklum, dalam persiapan menjelang kehidupan bareng Jeng Ayu (“Ehm… ehm..,” AK).
Begini. Beberapa waktu yang lalu saya banyak nonton sinetron. Seperti yang sudah-sudah (“Sudah apa?” tanya AK), maksudnya, yang sudah saya tonton akhir ceritanya, diceritakan bahwa tokoh yang awalnya bersusah-susah, menderita, tersiksa maka akan senang dan bahagia pada akhirnya. Lantas, tokoh yang awalnya jahat, enak hidupnya? Pada akhirnya mereka akan hidup sengasara, menderita bahkan meninggal dengan tragis. (more…)
Bulat dan Bundar November 3, 2008
Posted by Jackstar Harry in Bicara, Serius.1 comment so far
Selama ini rupanya saya salah mengerti tentang bentuk “bundar” dan “bulat”. Selama ini, saya mengartikan bentuk bulat adalah bentuk seperti bola; dan bentuk bundar saya artikan sebagai bentuk seperti Compact Disk. Eh, rupanya saya keliru!
Barusan saja saya buka Kamus Besar Bahasa Indonesia on-line. (more…)
