Ajaran Lyapunov

Saya pernah menuliskan ajaran Lyapunov yang sangat menginspirasiku untuk kerja keras. Nah, sekarang saya tuliskan lagi pelajaran yang saya ambil dari teori Lyapunov di sini. Kira-kira begini kata Lyapunov:

Kalau kita bisa menemukan 1 (satu) saja fungsi matematis yang merupakan fungsi Lyapunov untuk suatu sistem, maka kita langsung bisa katakan bahwa sistem tersebut stabil.

Tapi, kalau kita menemukan 1000 (seribu) fungsi matematis dan tidak ada satupun fungsi Lyapunov di antara 1000 fungsi matematis tadi untuk suatu sistem, maka kita tidak dapat mengatakan sistem tersebut tidak stabil ataupun stabil.

Nah, di dalam kehidupan pergaulan sehari-sehari, teori ini juga ternyata bermanfat:

Ketika kita menemukan satu saja kebaikan dari seseorang, itu cukup bagi kita untuk memberikan penghormatan kita padanya. Ini juga berarti bila ternyata kemudian kita menjumpai dia melakukan keburukan, penghormatan kita padanya tidak lantas jadi batal.

Sementara itu, jika yang kita jumpai selalu saja keburukannya, alih-alih kita membencinya, lebih baik kita netral saja.

Janji Bertemu

hari itu,
aku baca janji fajar jingga
untuk menemani sejuk di pagi hari.
lalu,
aku tulis dalam hati
untuk jadikan awal cerita
jumpa pertamaku dengan seorang dara.

sempat aku pikir,
dia gadis melati putih,
dia gadis pelangi pengikat janji rinai dan mentari.

tidak,
dia bukan semua itu.
dia seorang putri. putri lebih dari semua itu.

 

Bogor, 27 Desember 2005

Harry Septanto

Komentator Ulung 2

Iya, bangsa kita ini komentator ulung. Sekarang soal Calon Presiden (Capres):

[1]
Ketika ketua partai jadi capres, komentar yang muncul, “Presiden yang merupakan ketua partai dikhawatirkan akan ada konflik kepentingan negara dan partai”.

[2]
Ketika kader partai yang bukan ketua jadi capres, dikomentarinya juga, “Presiden ini boneka ketua partainya, nih.”