September 17, 2009 by Jackstar Harry
Begitu sampai gerbang tempat parkir ITB sebelah selatan, saya bayar parkir terlebih dahulu (“Harus bin kudu ieu mah,” komen AK). Rupanya akang-akang petugas parkir sedang nonton tv soal baku tembak aparat dengan teroris di Solo. Link ini bukan acara yang tadi mereka tonton, sih, tapi sekedar memberi gambaran acara yang mereka tonton (“Ya, ya, ya,” komen AK). Eh, Ahli Komentar, kamu kok komennya kayak iklan Keluarga Berencana jaman dulu, sih? (“Weee… Enak aja! Aku mah ikutan Gigi dong!,” balas AK).
Ya, sudah, kita kembali lagi kepada topik utama tulisan ini. Biasa lah, dengan SKSD, saya tanya mereka, “Acara naon ieu teh? Ooo… Densus tetembakan jeung teroris di Solo tea-nya?” tanya saya. (AK tampaknya ingin menerjemahkan, “Acara apa nih? Ooo… Densus baku tembak dengan teroris di Solo itu, ya?”). Setelah si Akang satu itu bilang “iya” dalam bahasa sunda, saya langsung parkirkan motor saya. Lalu, memasang kunci ganda dan jalan ke Lab.
Dalam perjalanan ke Lab, tiba-tiba timbul pikiran berkaitan dengan tanya-jawab dengan akang parkir tadi: kok, bahasa Sunda saya tadi terasa aksen Jawa yang agak medok, ya? Tiba-tiba saja saya ingat bahwa isteri saya itu orang Jawa Timur yang aksen Jawa-nya medok edun! Mungkin saya akhirnya tertular juga karena selalu tidur bersama dia semenjak menikah (“Ngawur!” kata AK).
Posted in Bicara | Leave a Comment »
February 4, 2009 by Jackstar Harry
Hai, Sobat SekteCinta (“Gdubraaag!!” kata AK). Udah lama juga saya tidak posting di blog ini. Maklum, dalam persiapan menjelang kehidupan bareng Jeng Ayu (“Ehm… ehm..,” AK).
Begini. Beberapa waktu yang lalu saya banyak nonton sinetron. Seperti yang sudah-sudah (“Sudah apa?” tanya AK), maksudnya, yang sudah saya tonton akhir ceritanya, diceritakan bahwa tokoh yang awalnya bersusah-susah, menderita, tersiksa maka akan senang dan bahagia pada akhirnya. Lantas, tokoh yang awalnya jahat, enak hidupnya? Pada akhirnya mereka akan hidup sengasara, menderita bahkan meninggal dengan tragis.
Menurut saya, jalan cerita semacam ini bukan jalan cerita yang sehat. Karena, apa coba nilai moral yang akan membuat kita termotivasi setelah menonton sinetron semacam ini? Sifat “sabar untuk menjalani kehidupan yang bersusah-susah dahulu lalu bersenang-senang kemudian” ? Tentu tidak juga, karena di dalam sinetron-sinetron macam itu biasanya sang tokoh, yang pada akhirnya senang setelah menderita sekian lama, menjalani peralihan itu tanpa suatu usaha yang logis, tapi karena keajaiban. Baiklah bahwa kita memang diajarkan untuk meyakini adanya mukjizat. Tapi, kita diajarkan lebih awal untuk melakukan usaha yang logis, yaitu ikhtiar.
Terang Akan Datang
Continue Reading »
Posted in Serius | Leave a Comment »
November 3, 2008 by Jackstar Harry
Selama ini rupanya saya salah mengerti tentang bentuk “bundar” dan “bulat”. Selama ini, saya mengartikan bentuk bulat adalah bentuk seperti bola; dan bentuk bundar saya artikan sebagai bentuk seperti Compact Disk. Eh, rupanya saya keliru!
Barusan saja saya buka Kamus Besar Bahasa Indonesia on-line. Menurut kamus tersebut “bulat” samadengan “bundar”!
bu·lat a 1 berbentuk sbg bola: bumi ini — bentuknya; 2 berbentuk lingkaran; bundar (tanpa bersudut): meja — yg besar itu cocok untuk meja makan ….
1bun·dar a berbentuk lingkaran (melengkung) dng jari-jari yg sama: meja –; … mem·bun·dar·kan v membuat menjadi bundar; membulatkan ….
Jadi, beberapa waktu yang lalu saya sempat kaget ada judul film Bola Itu Bundar. “Bola kok bundar,” pikir saya. “Kalau bola itu bulat, seperti kata Melissa ‘…baso bulat seperti bola pingpong ….’, ” dan bentuk bundar diwakili oleh lagu ini, “Topi saya bundar, bundar topi saya. Kalau tidak bundar, bukan topi saya. Tekdung, tekdung, tekdung syalala….” (“Lho kok malah nyanyi!” komen AK). Eh, rupanya bulat = bundar!
Posted in Bicara, Serius | 1 Comment »
October 15, 2008 by Jackstar Harry
Tulisanku di bawah ini, seperti tulisan sebelumnya, adalah tulisan lama, awal 2004. Oiya, nama pelaku tidak saya sebutkan di sini atau disamarkan dengan tujuan menghindari ketidaknyamanan hamba dan Anda sekalian, tentunya
-oOo-
Koran lama tergeletak di sudut kamar: KOMPAS Minggu, 7 Desember 2003; ada lembar tersisa: halaman 23; Kontak-sebuah rubrik jodoh-menarik perhatian. Nah, lho! “Gue desperate?! Ape loe kate!” Meniru gaya Miss LA, sekretaris dr. FT, bicara. Sangkal semua yang bukan-bukan.
Di liburan kemarin banyak hal datang. Pertama; menemani sebentar saja gerak langkah jarum jam di dinding kampus sambil bincang-bincang dengan teman menyenggol soal jodoh. Kedua; via telefon, seorang teman meledek; kecil peluang dapat pacar kalau kebiasaan menyantap tidur berlebih tak diubah, katanya. Ketiga; tiba-tiba teman yang sedang bahagia menyanyakan kapan kawin. Perihal teman yang sedang bahagia ini: …dia sudah bersama lelaki…bukan dengan aku, tapi aku bahagia, katanya. Kuragukan bahagianya. Nah, lho!

Tanggung Jawab
Lalu apa relevansi ragam peristiwa di liburan tadi hingga akhirnya Kontak menarik perhatian? Begini. Mulanya: Sari peristiwa tersangkut di dada, sedikit banyak jadi pikiran jua. Ranting pikiran tumbuh kemana saja, buahnya jatuh di rubrik jodoh, Kontak. Nah, lho! Continue Reading »
Posted in Bicara | Leave a Comment »
September 26, 2008 by Jackstar Harry
Ini ceritaku dulu, baru-baru lulus, waktu masih kerja di Jakarta (“Eng ing eeeeng, ” kata AK).
-oOo-
Minggu siang, aku kembali ke Ibukota. Ketika Parahyangan yang kutumpangi mulai melaju, sadarlah aku beberapa jam di depan akan bersanggama lagi dengan udara super polusi Ibukota. Hmm…nampaknya kata “bersanggama” bukan kata yang tepat untuk kalimat itu, meski kata itu saya gunakan untuk menunjukkan suatu bentuk kedekatan yang sangat. Bersanggama; sebuah aktivitas yang dilakukan terkadang tanpa rasa suka, tapi hanya untuk memenuhi kebutuhan satu pihak saja, hanya untuk membahagiakan satu pihak atau hanya untuk mempertahankan kebersamaan atau hanya untuk mempertahankan status atau lainnya atau untuk semuanya itu!

Padat, Ruwet dan Kotor
Nah! Gimana kalau saya gunakan kata “diperkosa”: …akan diperkosa lagi oleh udara super polusi Ibukota… Bukankah pihak yang diperkosa tida selalu menderita, tidak selalu menjadi trauma? Lalu, bisa muncul rasa “ingin lagi” sebagai kesan dari pengalaman itu?! “…aku lebih suka kembali ke masa lalu, meski hak pilihku diperkosa…tidak seperti sekarang yang chaos…”
Continue Reading »
Posted in Bicara | 2 Comments »
September 17, 2008 by Jackstar Harry
Barusan saja saya mendapatkan stiker yang dibuat oleh Smile (Silaturahmi Muslimah Elektro) ITB. Mungkin ini stiker jaman dulu, entah juga. Saya dapatkan stiker itu dari Kordas NP.

Bergandengan Tangan
Bukan gambarnya yang menarik dari stiker itu, tapi kata-kata yang dicetak di sana. Pingin tau kata-kata yang ada di stiker itu? Ini dia:
Continue Reading »
Posted in Bicara | Leave a Comment »
September 17, 2008 by Jackstar Harry
Saya buka-buka lagi beberapa email yang telah lalu, tapi aku simpen. Isi email ini berkaitan dengan kata-kata Ketua Sekte Cinta itu lho (“Ya ya ya,” kata AK). Maksudnya, aku menemukan kalimat yang inti pesannya sama dengan yang pernah diposting di blog ini, namun dengan kalimat yang agak berbeda. Begini bunyinya:
Cinta adalah anugerah Suci dari Yang Maha Suci. Oleh
karena itu, sudah semestinya kita selalu mendekati
setiap hal yang berkaitan dengan Cinta melalui
cara-cara yang Suci.

Together in Love
Selain itu, rupanya “cara-cara yang suci” yang aku pernah tuliskan via email dulu itu berbeda juga. Begini versi yang dulu:
Continue Reading »
Posted in Bicara | 1 Comment »
September 7, 2008 by Jackstar Harry
Aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada waktu yang ada di depanku nanti (“Ya, iyalaaah… Emang dukun,” komentar AK). Kami memang bersama saat ini, dan kami yakin untuk selalu bersama. Tapi, siapa orang yang sesungguhnya dapat menjamin kebersamaan ini akan berlangsung selamanya? Aku? Dia? Tidak. Tidak seorangpun.

Bareng Terus
Continue Reading »
Posted in Bicara | Leave a Comment »
September 2, 2008 by Jackstar Harry
Ada fakta penelitian menarik yang saya dengar dari khutbah solat Jum’at kemarin di Salman. Kurang lebih, begini kata khatib:
Dari hasil penelitian, disebutkan bahwa ada korelasi antara pasangan nikah yang kemudian bercerai dengan hubungan seks pranikah yang mereka lakukan. Ternyata, banyak pasangan nikah yang kemudian bercerai pernah melakukan hubungan seks pranikah!

Love
Continue Reading »
Posted in Bicara | 23 Comments »
September 1, 2008 by Jackstar Harry
Senang banget kalo saya ngobrol sama jeng Dian (“Dian Sastro?! Mosok siih??? ” komen AK). Terakhir kemarin, aku dapat kata sederhana yang hmm… indah kayak mutiara dari dia (“Emang tahu mutiara yang kayak gimana??” tanya AK). Dia, kurang lebih, bilang begini kemarin itu:
Hidup ini hanya sekali. Sudah sepatutnya kita berusaha membuat sejarah hidup yang baik. Sejarah indah yang akan membuat kita senang dan bangga untuk kita ceritakan pada semua penerus kita kelak.

Jalan Berdua
Kami berdua pun lantas bersepakat untuk memintal waktu demi waktu dengan menggunakan jarum, benang dan cara memintal yang baik.
Posted in Bicara | 2 Comments »