Senang banget kalo saya ngobrol sama jeng Dian (“Dian Sastro?! Mosok siih??? ” komen AK). Terakhir kemarin, aku dapat kata sederhana yang hmm… indah kayak mutiara dari dia (“Emang tahu mutiara yang kayak gimana??” tanya AK). Dia, kurang lebih, bilang begini kemarin itu:
Hidup ini hanya sekali. Sudah sepatutnya kita berusaha membuat sejarah hidup yang baik. Sejarah indah yang akan membuat kita senang dan bangga untuk kita ceritakan pada semua penerus kita kelak.
Kami berdua pun lantas bersepakat untuk memintal waktu demi waktu dengan menggunakan jarum, benang dan cara memintal yang baik.
Jeng Dian nya orang mana ya? orang Malang ya.
Basi ah, klise… moso ky gtu mutiara..