Pemberian Judul “Habis Gelap Terbitlah Terang” adalah Sebuah Kesalahan March 27, 2011
Posted by Jackstar Harry in Bicara.trackback
Setelah R.A. Kartini wafat, Abendanon membukukan kumpulan surat Putri Sejati itu dengan kawan-kawannya di Eropa saat itu. Buku itu diberi judul “Door Duisternis tot Licht”. Selang sepuluh tahunan, buku tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul “Habis Gelap Terbitlah Terang”.
Saya tidak paham bahasa Belanda, tapi saya paham bagaimana menggunakan http://translate.google.com/
Berikut adalah hasil terjemahan oleh situs tersebut atas kalimat “Door Duisternis tot Licht”:
- Through Darkness to Light (Bahasa Inggris)
- Melalui Kegelapan ke Cahaya (Bahasa Indonesia)
Jelas, ketiga kalimat di atas menyiratkan bahwa untuk mencapai “cahaya”, R.A. Kartini memiliki semangat, sikap aktif, kerja keras dan optimisme sehingga “kegelapan” dapat terlampaui. Singkat kata, judul tersebut benar-benar menggambarkan semangat perjuangan R.A. Kartini.
Sekarang bandingkan dengan kalimat “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Kalimat tersebut pasif sekali. Tidak perlu melakukan apa-apa pun sehabis malam datang lah pagi, yang ditandai dengan terbitnya matahari. Padahal R.A. Kartini adalah matahari yang menyinari, bukan bumi.
“Habis Gelap Terbitlah Terang” sungguh tidak menggambarkan semangat perjuangan R.A. Kartini. Pemberian judul “Habis Gelap Terbitlah Terang” adalah sebuah kesalahan.
Melalui kegelapan menuju cahaya ……… or berjalan terus dalam kegelapan untuk menggapai cahaya… or …pake lyapunov cari titik equilibrium cahaya.