Nico Cantik

Begini ceritanya. Semalem aku nonton film The Photograph. Itu, loh, film yang menang di festival anu. Tunggu, tak browsing dulu (“Payah ni orang!” AK). Nah, jadi, The Photograph baru-baru ini menang di Festival Film Karlovy Vary di Ceko. Hebat, ya!

Nico Cantik
Nico Cantik

Continue reading “Nico Cantik”

Advertisements

Kenapa “Sekte Cinta”?

Apa sih “Sekte Cinta”? Gak tau. Hohoho….

Gini ceritanya. Serius, nih. Dulu (“Lagi-lagi ‘dulu’,” AK), aku suka ikut pengajian yang kyainya mengkalim dirinya “non-sektarian”. Bagaimana isinya? Bagus. Aku juga telah membuktikan sendiri bahwa kekhawatiran atau stigma buruk dari orang lain terhadap sang kyai ternyata tidak benar. Tapi, sudahlah kita akhiri pembicaraan kita tentang sang kyai itu (“May God bless him,” AK).

Nah, kembali ke soal non-sektarian. Lha, wong ternyata ada yang tidak setuju dengan faham non-sektarian itu, tapi mereka meyakini bahwa bersekte (mazhab) itu harus, apapun mazhabnya. Jadi, sebenarnya kyai tersebut bersekte juga, namanya sekte “non-sektarian”.

Lantas, gimana dengan aku? Aku bikin sekte juga, deh. Namanya sekte cinta. Hohoho….