Kenapa “Sekte Cinta”?

Apa sih “Sekte Cinta”? Gak tau. Hohoho….

Gini ceritanya. Serius, nih. Dulu (“Lagi-lagi ‘dulu’,” AK), aku suka ikut pengajian yang kyainya mengkalim dirinya “non-sektarian”. Bagaimana isinya? Bagus. Aku juga telah membuktikan sendiri bahwa kekhawatiran atau stigma buruk dari orang lain terhadap sang kyai ternyata tidak benar. Tapi, sudahlah kita akhiri pembicaraan kita tentang sang kyai itu (“May God bless him,” AK).

Nah, kembali ke soal non-sektarian. Lha, wong ternyata ada yang tidak setuju dengan faham non-sektarian itu, tapi mereka meyakini bahwa bersekte (mazhab) itu harus, apapun mazhabnya. Jadi, sebenarnya kyai tersebut bersekte juga, namanya sekte “non-sektarian”.

Lantas, gimana dengan aku? Aku bikin sekte juga, deh. Namanya sekte cinta. Hohoho….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s