Puisi Haru: PGBT

Dulu, di saat masih seger-segernya jadi sarjana (“Pengangguran kali, Mas,” AK/ Ahli Komentar), aku sempet bikin puisi yang sangat mengharukan. Puisi ini aku buat selepas maghrib hingga terdengar adzan isya’.

Ketika menulis puisi itu, aku masih terbanyang betapa indahnya langit jingga yang mengantarkan ajakan solat maghrib (“Cieeee…,” AK). Meski langit jingga saat itu tampak manja, tapi rupanya dia sangat serius. Ya, serius seperti aku.

Puisi yang aku maksud tertulis di bawah ini:

PriaGantengBerkumisTipis

Kumis,
seperti kismis berbaris serupa garis
di dalam roti manis dua iris,
hingga si gadis tersenyum manis,
tidak menangis atau malah meringis.

Bisa pandangi saja
tentu belumlah puas,
bahkan rasa hatinya
mirip rindu tak berbalas.

Roti habis tinggallah si gadis.
”Tentu roti isi kismis!”
Ada lain yang lebih manis?
Lho?! Gadis manis malah meringis
seperti artis mengais ripis.

Aha!
Tentu tak puas jika hanya roti kismis.
Dua tiga menit sudahlah habis.
Empunya roti kismis bukanlah si gadis,
tetapi kami: PriaGantengBerkumisTipis.

Senyum gadis terlukis manis
dikira ingin roti isi kismis.
O…ternyata itu hanya alias
ingin disapa PriaGantengBerkumisTipis.

Tertawa mari tertawa,
tak usah meringis atau malah menangis.
Kami bukanlah pria Perancis,
kami juga bukan pelukis,
jangan pula mengira kami pembuat keris.
Biar bahasa kami tak puitis,
tetapi kami miliki kumis.

Harry Septanto
2003

6 thoughts on “Puisi Haru: PGBT

  1. KOK KUMIS SIH?
    jadi bayangannya kaya pak raden ato jojon, hahaha.. (ilfil deh :D)

    Kumisnya pak Raden n Jojon mah tebel, Bos. Kalo ini mah kumis tipis. Kayak kumisku Hohoho….

  2. Padahal saya penggemar kismis bang, apalagi roti kismis. Tentu saja juga penggemar gadis manis, apalagi gadis manis yg suka buat keris (mulai error….nich)

    Tapi setelah membaca PGBT di atas, setiap kali melihat kismis kok jadi inget kumis….apa pengaruh alam bawah sadar ??
    Malah tambah parah jadi inget ijuk…. (bener2 error..)

    OK Bang, untuk orisinalitas dan pengaruhnya, saya kasi aplaus untuk puisi ini meski belum jelas manfaatnya untuk diriku.

    Sekian terima kasih

    Hohohoh….

  3. HUahahahahahaha ini blog nya mas harry to, baru tau kalo punya bakat nulis puisi, kiriain bakatnya desain anti windup control doang, ngomong? tuh si kumis tipis kacamataan nggak? hehehehehehe

  4. kumis?
    emang kenapa kalo nggak berkumis?
    jiga roti nggak pake kismis?
    tapi gapapa..jaman sekarang kan rotinya udah pada pake cheese
    cream cheese, chocholate chees, banana cheese, blueberry cheese..
    hidup cheese !!! =))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s