Pesan Bung Karno

Barusan saja saya mengomentari sebuah posting di suatu milis. Tampaknya dia, si pengirim, terkesan sekali dengan ucapan/ pesan Bung Karno berikut:

“Jika seorang anak muda usia 21-22 tahun tidak punya cita-cita untuk mengubah bangsanya, gunduli saja kepalanya!”

Bung Karno

Bung Karno

Ini kalimat yang sangat dalam maknanya, bukan karena diucapkan oleh seorang Bung Karno, tapi memang begitu menurut saya. Nah, tampaknya yang terpesona bukan saja si pengirim, tapi saya juga terpesona sekarang. Oiya, sekali lagi, “terPESOna” bukan “terSEPOna”. Yang terakhir adalah jokes jadul. Hohoho… hops!

Oiya, saya belum menjelaskan apa tujuan dia mengirim potongan pesan Bung Karno itu. Dia bertujuan untuk . . . . . untuk . . . . . memperoler tanggapan dari para perserta milis lainnya (“Ya, iyyyalaaah!” katanya si AK). Maksudnya, dia berharap para peserta milis memberikan petunjuk (“‘Petunjuk’ ?! Istilah jadul, ya?” kata AK), ya, petunjuk atau komentar terhadap pesan Bung Karno itu. Dan ini komentar saya (setelah diedit dan disensor sana-sini):

Pendekar WS,
mari kita awali dulu dengan melatih jurus memahami kumpulan kata dari pesan Bung Karno tersebut. Njengan sekarang harus memulai memantapkan terlebih dahulu makna atas, setidaknya, tiga kata/ kumpulan-kata berikut:

– cita-cita
– bangsa
– gunduli saja kepalanya

Hal ini penting karena apapun yang Pendekar WS pahami dari pesan Bung Karno itu akan berdampak langsung pada jalan kehidupan yang kelak Pendekar WS jalani. Jangan terburu-buru menganggap makna pesan Bung Karno itu adalah makna tunggal, yaitu makna yang sekarang Pendekar WS pahami.

Mari kita bahas satu per satu:1. Cita-cita
Apa itu “cita-cita”? Apakah maksudnya 2 cewek kece Cita anu dan Cita itu? Ini yang saya maksud untuk hati-hati, Pendekar WS. Mereka sudah ada yang punya, bahkan ada yang sudah punya buntut. Ayo, kita bersama cari cewek kece yang lain, Pendekar WS!!!

2. Bangsa
Apa itu “bangsa”? Kakak seperguruan kita, yang saat itu sedang mendalami jurus kapitalisme, pernah mencoba mendefinisikan ulang kata “bangsa”. Intinya, dia mengatakan bahwa “bangsa” tidak bisa lagi sekedar diartikan sebagai “warga negara”.

Dia menggambarkan bahwa kontribusi (baik atau buruk) karyawan pada suatu perusahaan-asing- multinasional di tanah kelahirannya tidak hanya berdampak pada tingkat kesejahteraan karyawan di tempatnya bekerja saja, tapi juga karyawan perusahaan-multinasional tsb. yang berada di negara-negara lainnya. Begitu juga sebaliknya.

Sekarang Pendekar WS buka mata, buka hati dan buka pikiran/ akal (open mind, maksudnya) untuk memantapkan (atau mencari tahu) arti “bangsa” yang tepat untuk kondisi saat ini. Tapi, jangan buka baju atau celana, apalagi sambil berlari-lari ke luar rumah lalu ke jalan. Ini juga berbahaya.

3. Gunduli saja kepalanya
Pendekar WS, kakak seperguruan kita yang memiliki julukan “PkD” bisa keheranan bukan kepalang jika njenengan tidak mendefinisikan terlebih dahulu secara spesifik apa yang dimaksud dengan “kepala” pada kalimat tersebut. Karena banyak di antara keluarga seperguruan yang sudah gundul kepalanya sejak kecil.

Tapi, mohon maaf, Pendekar WS, saya tidak mampu lebih jauh menjelaskan apa itu peran dan fungsi “kepala”, karena saya belum melengkapi jurus ini. Kakak seperguruan yang biasa saya panggil “Kang AJ” dan “Cak WB” adalah contoh kakak seperguruan yang telah mumpuni untuk dapat menjelaskan apa itu fungsi dan peran “kepala”. Selain itu, kakak seperguruan yang biasa saya panggil “Cak DN” juga bisa njenengan tanyai. Semoga dia tidak sibuk karena rupanya semenjak menikah dia gemar sekali naik gunung, katanya.

Untuk saat ini, demikian dulu, Pendekar WS.

3 thoughts on “Pesan Bung Karno

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s