Memintal Waktu

Senang banget kalo saya ngobrol sama jeng Dian (“Dian Sastro?! Mosok siih??? ” komen AK). Terakhir kemarin, aku dapat kata sederhana yang hmm… indah kayak mutiara dari dia (“Emang tahu mutiara yang kayak gimana??” tanya AK). Dia, kurang lebih, bilang begini kemarin itu:

Hidup ini hanya sekali. Sudah sepatutnya kita berusaha membuat sejarah hidup yang baik. Sejarah indah yang akan membuat kita senang dan bangga untuk kita ceritakan pada semua penerus kita kelak.

Jalan Berdua

Jalan Berdua

Kami berdua pun lantas bersepakat untuk memintal waktu demi waktu dengan menggunakan jarum, benang dan cara memintal yang baik.

2 thoughts on “Memintal Waktu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s