Freud Tidak Paham Banyak Soal Perempuan

Ternyata Freud dalam membangun teori Psikoanalisisnya itu berdasarkan penelitian (pemahaman) yang tidak seimbang terhadap subyek laki-laki dan subyek perempuan. Informasi ini saya ketahui dari tulisan Kang Jalal (Jalaluddin Rakhmat) di Jurnal Ulumul Qur’an (1994).

Kang Jalal juga mengutip ucapan Freud, “pertanyaan besar yang tidak pernah terjawab dan tidak sanggup saya jawab, walupun sudah melakukan penelitian pada jiwa perempuan selama tiga puluh tahun adalah ‘apa yang diinginkan perempuan?'”. Namun, Kang Jalal rupanya meragukan kebenaran bahwa Freud sungguh-sungguh meneliti jiwa perempuan selama puluhan tahun itu. Pertimbangannya adalah sebagai berikut:
– Freud tidak banyak bergaul dengan perempuan, kecuali dengan Anna, anak perempuannya
– Hubungan dengan istrinya sangat renggang
– Pasien perempuannya dari kalangan masyarakat yang sangat Victorian (perempuan diperlakukan sebagai pelayan lelaki; seraya manjadikan lelaki sebagai pengusa tunggal dalam rumah tangga)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s