Puisi Hari Ibu: Lahir

Maaf, Ibu, belum bisa mempersembahkan puisi baru (“Aaaah, payyyaah! :p” kata AK). Selamat Hari Ibu, Ibu.

-oOo-

Lahir

 

Awan sanggup tulus
ketika rinai hujan kepunyaannya
dilahirkan untuk bumi.

Bumi sanggup haru
ketika bunga kepunyaannya
dilahirkan untuk pelengkap warna sayap kupu-kupu.

Kupu-kupu sanggup bertaruh nyawa
ketika suasana kepunyaannya
dilahirkan untuk rasa suka anak kecil yang
berlari-lari di taman itu.

Dan kau semestinya tahu bahwa anak kecil itu
hanya sanggup dilahirkan dengan tulus, haru dan nyawa
kepunyaan ibu.

Rancabungur, 23 Desember 2006

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s