Sukses SNMPTN dengan Disiplin dan Konsisten

“Anda harus meluangkan waktu minimal 2 jam sehari selama setahun ini khusus untuk mempersiapkan SNMPTN,” nasehat seorang guru pada murid-muridnya. “Buatlah jadwal belajar untuk persiapan itu. Andai suatu kali Anda tidak bisa melaksanakan sesuai jadwal, Anda harus menggantinya di waktu yang lain. Jika kondisi ini tidak dapat Anda penuhi maka Anda kemungkinan besar tidak bisa lulus SNMPTN,” tambahnya. Kata-kata tersebut bukanlah diadopsi dari peristiwa fiktif, kecuali saat itu beliau menyebut “UMPTN”, bukan “SNMPTN”. (“Dan UMPTN juga menunjukkan umur si penulis. Ya, ya, ya…😀 ,” kata AK)

Setidaknya ada dua nilai yang dapat disarikan dari nasehat itu, yaitu disiplin (discipline) dan konsisten (consistent). Dalam sebuah kamus Bahasa Inggris, kata discipline memiliki makna yang berkaitan erat dengan keteraturan, sistematis dan logis. Sementara kata consistent memiliki makna yang berkaitan erat dengan kebiasaan, setia, harmonis dan terus menerus.

Tentu saja, memiliki karakter diri yang disiplin dan konsisten bukanlah hal yang mudah. Padahal disiplin dan konsisten merupakan karakter diri yang penting untuk dimiliki dalam menjalani berbagai aspek kehidupan. Alhamdulillah, sebagai umat muslim, kita memiliki aktivitas yang secara sadar dapat kita jadikan sebagai pelatihan pembentukan diri yang disiplin dan konsisten, yaitu sholat wajib.

Setidaknya, dalam mengerjakan sholat, kita berlatih membiasakan diri untuk meluangkan waktu secara sadar, teratur dan berulang terus-menerus. Bahkan apabila sholat tidak memungkinkan untuk dijalankan pada waktunya, kita berlatih meluangkan waktu secara sadar sehingga sholat wajib tetap dapat dijalankan dengan cara menggabungkannya (jama’) atau mengantinya (qada’). Ketika sholat berjama’ah, kita berlatih setia dengan mengikuti Imam sholat sehingga terbentuk aktifitas sosial yang sistematis dan harmonis.

Imam Ali KW pernah mengatakan bahwa motif atau alasan paling baik dalam mengerjakan sholat adalah karena kita cinta kepada Allah SWT. Penulis meyakini bahwa cinta selalu memiliki makna yang sejalan dengan hal-hal yang baik, dengan akhlak. Cinta harus selalu melibatkan akal karena akal itulah yang akan menjadi lawan tangguh bagi hawa nafsu. Oleh karena cinta kepada Allah SWT melibatkan akal, sehingga solat pun melibatkan akal (sehat).

Menurut teori cinta dari Erich Fromm, cinta memerlukan usaha, pengetahuan dan latihan. Cinta kepada Allah SWT tidak bisa ditunggu sambil berdiam diri, tapi perlu usaha, pengetahuan dan latihan. Apabila kita mencermati kembali ucapan Imam Ali KW, secara tidak langsung ucapan tersebut juga memberi pengetahuan pada kita bahwa salah satu amalan insan yang cinta kepada Allah SWT yaitu mengerjakan sholat. Oleh karena itu, alih-alih berfikir untuk tidak mengerjakan sholat sebelum tumbuhnya cinta kepada Allah SWT, tentu yang benar adalah berusaha dan berlatih menjadi insan yang cinta kepada Allah SWT dengan mengikuti amalan insan yang telah cinta kepada Allah SWT, yaitu mengerjakan sholat.

Dengan demikian, dengan senantiasa mengerjakan sholat, berarti kita berusaha dan berlatih menjadi insan yang cinta kepada Allah SWT sekaligus berlatih menjadi diri yang disiplin dan konsisten. Tentu saja, semuanya harus dengan sadar didasari dengan niat, sebagaimana sabda Nabi SAW bahwa sesungguhnya setiap diri memperoleh sesuatu sesuai niatnya.

Namun demikian, bagi kita yang merasa tidak pernah lepas dari sholat tetapi belum menjadi diri yang disiplin dan konsisten, barangkali kita lupa menambahkan niat berlatih disiplin dan konsisten ketika menjalankan sholat. Bagi kita yang sudah merasa sebagai diri yang disiplin dan konsisten namun belum menjalankan sholat dengan baik, barangkali kita sedang lupa untuk berlatih menjadi insan yang cinta kepada Allah SWT. Wallahu ‘alam.

(“Lho, kok gak kembali lagi ke SNMPTN? Ya, sudah, saya saja. Adek-adek yang akan melaksanakan SNMPTN, rajin belajar, ya. Semoga sukses SNMPTNnya nanti. Amiiiin,” kata AK.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s