Berjalan Kaki ke Kampus

Setelah sekian lama, saya ke kampus lagi dengan berjalan kaki (“Mungkin sekitar 2-3 bulan, ya.” Kata AK). Berjalan kaki adalah alternatif ke kampus yang paling saya suka, dibanding bawa motor, naik angkot atau bawa mobil. (“Dibanding dengan bersepeda, Bike to Work gitu?” tanya AK). Kebetulan tidak punya sepeda, jadi tidak saya bandingkan dengan bersepeda.

shoes to walk

Jalur dari rumah ke kampus yang biasa saya lalui yaitu: Sadang Serang (terminal/ pasar) – Pasirkaliki – menelusuri pinggir sungai (waktu kecil saya biasa mengebutnya daerah Lebak) – Haurpancuh – Jl. Dipati Ukur –  Jl. Teuku Umar – Jl. Ir. H. Djuanda – Jl. Ganeca (sampai, deh!). (“Sekitar berapa kilometer tuh?” tanya AK). Saya tidak tahu pasti berapa kilometer jarak tempuhnya. Yah, mungkin 2-3 kilometer.

(“Eh, apa gak ada rute yang lain?” tanya AK). Tentu jalur di atas bukan satu-satunya jalur yang pernah saya lalui, ada 3 jalur lagi yang pernah saya lalui. Nanti lain kali pingin cerita juga. Sekarang mau menampilkan oleh-oleh foto saja dulu–oya, memfoto dengan hape ini juga salah satu keasyikan yang saya bisa peroleh dengan berjalan kaki ke kampus, di antara berbagai keasyikan lainnya tentunya. (“Apa saja yang asyik-asyiknya tuh??” AK penasaran). Saya ceritakan juga lain waktu, ah.

Bisa disebut rerumputan kah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s