Kau Hanya Mengira

Kau hanya mengira asap rokok yang kau hembuskan dari mulutmu
dan sebagian lagi dari hidungmu, yang menyelinap ke luar jendela kamarmu
bersama angin sore, akan menyampaikan cerita untuk gadis yang kau rindui.

Kau tidak pernah tahu asap rokok cemas: apakah dia asap rokok
ataukah dia angin saat telah berada di luar jendela kamarmu.

Kau hanya mengira. Kau tidak pernah tahu.

Rancabungur, 17 Desember 2006
jackstar hs

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s