Carens-ku Dingin Lagi

Alhamdulillah. Hari Sabtu di bulan Puasa yang baik. Begini ceritanya:

Jadi, sudah lama AC mobilku, KIA Carens 1, gak dingin kalo siang apalagi macet-macetan. Dulu, permasalahan si Carens ini yang terkait AC rada banyak, misalnya: Aliran air radiator gak normal karena thermostat macet; temperature mesin panas karena kipas mesin gak nyala akibat soketnya (alkisah, mobil ini sempat sampe kering air di radiatornya dan panggil montir ke rumah segala. Eh, rupanya soket kipasnya doang. Sekarang saya ikat pakai cable ties supaya mantab koneksinya. Sekarang jalan lagi tanpa problem serupa); dan hmm… Apalagi, ya.

Oiya, seingat saya, ini bukan kali pertama mobil ini dibawa ke bengkel AC. Dulu udh pernah diperiksa dan diperbaiki di bengkel AC (bukan bengkel AC yang sama), tapi hasilnya tetap tidak memuaskan. Karena saya tidak lihat langsung waktu itu, jadi tidak tahu apa saja yang diperiksa dan diperbaiki. Yang saya ingat, filter AC diganti. Hal ini juga yang bikin saya menunda-nunda ke bengkel AC. (“Ah, alesan aja. Padahal gak punya duit hehe…,” kata Al Kom alias AK alias Ahli Komentar).

Nah, tadi pagi, saya ke bengkel AC di jl baru Sholeh Iskandar, Bogor. Nama bengkelnya Hadi AC. Kalau dari pintu tol BORR, posisinya tidak jauh dari pertigaan Yasmin. Tadi semua bagian AC dicek hingga evaporator yang di bawah dashboard dan perangkat lainnya (selektor sirkulasi udara kayaknya, sih) juga dibongkar, dicuci dan dicek. Filter juga dibersihin. Alhamdulillah, gak ada yang bocor.

Yang paling kelihatan waktu pemeriksaan adalah tekanan refrigerant kurang. Jadi, pemeriksaan atas kebocoran dilakukan. Evaporatornya dicuci dan lebih dari seklai diperiksa untuk memastikan tidak ada yang bocor. Syukurlah, gak ada yang bocor. Jadi, setelah dicuci-cuci, dibersihkan dan dipasang kembali komponen AC yang di kabin, lalu refrigerant-nya diisi dua kaleng r134a. Alhasil, dingin sekarang. (“Horreee…,” Al Kom bersorak).

Update: Sebelum dibawa ke Hadi AC, setiap pertama dinyalakan, tercium bau tidak sedap dari AC. Seperti bau asem. Gak enak, deh. Nah, sekarang sudah tidak ada lagi bau semacam itu. (“Segaaar,” kata Al Kom).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s