Sukses SNMPTN dengan Disiplin dan Konsisten

“Anda harus meluangkan waktu minimal 2 jam sehari selama setahun ini khusus untuk mempersiapkan SNMPTN,” nasehat seorang guru pada murid-muridnya. “Buatlah jadwal belajar untuk persiapan itu. Andai suatu kali Anda tidak bisa melaksanakan sesuai jadwal, Anda harus menggantinya di waktu yang lain. Jika kondisi ini tidak dapat Anda penuhi maka Anda kemungkinan besar tidak bisa lulus SNMPTN,” tambahnya. Kata-kata tersebut bukanlah diadopsi dari peristiwa fiktif, kecuali saat itu beliau menyebut “UMPTN”, bukan “SNMPTN”. (“Dan UMPTN juga menunjukkan umur si penulis. Ya, ya, ya… 😀 ,” kata AK) Continue reading

Tunjukkan yang Baik Saja

Berikut ini adalah tulisan lama saya di blog Friendster, ketika masih suka mencermati sinetron. (“Kalau sekarang suka mencermati apa?” tanya AK)

—==—

Sekarang ini, sebagian besar sinetron menampilkan dua hal berlawan yang ekstrim: baik-jahat, marah-menangis dan sebagainya. Kabarnya mereka (terutama sinetron- sinetron yang menggunakan simbol-simbol keislaman) memiliki tujuan mulia: menyampaikan nilai-nilai moral.

Tapi, apa yang terjadi? Continue reading

Study Tour Siswa TK, Kuliah Kerja Mahasiswa dan Kunjungan Kerja Wakil Rakyat

Saya khawatir seandainya benar dugaan saya bahwa Studi Banding atau Kunjungan Kerja yang dilakukan oleh para Wakil Rakyat di DPR merupakan rangkaian “kebiasaan” mereka saja. Setelah sejak TK sampai dengan SMA melakukan Study Tour dan Kuliah Kerja atau Studi Ekskursi saat Mahasiswa, mereka melanjutkannya dengan Kunjungan Kerja saat telah duduk di DPR. Padahal kesemuanya adalah tour atau wisata atau jalan-jalan yang diberi nama dengan kata-kata seperti “kerja”, “kuliah” atau “study”. Continue reading