Bersepeda

Wah, sudah hampir sebulan saya bersepeda (“Yuhuu, sepeda baru!” kata AK). Ya, memang berbeda rasanya berjalan kaki ke kampus dengan bersepeda ke kampus. Mudah-mudahan tidak sugesti atau eforia saja, badan ini rasanya lebih fit sekarang.

Minggu pertama setiap turun dari sepeda sepeda, wuaaah badan keringatan sekali, pantat sakit, kaki seperti melayang ketika berjalan–bahkan sempat kaki pegal seperti rasa pegal masa kecil karena suka berlari-lari mengejar layangan. Selain itu, segelas air wajib ditegak setiba saya di kampus.

Diamante XT

Nah, baru saja seminggu bersepeda, Ramadan tiba. Saya khawatir juga–apa sanggup saya bersepeda ke kampus padahal sedang puasa? Alhamdulillah, hingga tadi pagi, saya masih sanggup bersepeda ke kampus (“Alhamdulillah,” AK mengucap hamdalah)

Oiya, ada hal lain yang juga saya pelajari dalam bersepeda: bergowes sambil berbagi jalan dengan motor dan mobil serta menyebrang jalan bersama pejalan kaki. Ya, kita bersepeda di jalan raya berarti kita mesti paham bagaimana kita menempatkan diri di jalanan. (“Lantas bagaimana?” tanya AK). Continue reading